Pemuda.org | Situs Crowdfunding untuk Mendukung Kiprah Pengabdian Pemuda

PEMUDA AGEN PERUBAHAN

Berfikir Bergerak Bermanfaat

Dukung kiprah mereka untuk kesinambungan peran membangun peradaban bangsa

Program Kita

Berfokus pada empat program yang kini telah berjalan

Berita Terbaru

Ikuti kisah dan berita kegiatan serta kiprah pemuda di sini

Bonus Demografi dan Gerakan Pembangunan Kepemudaan

Oleh Suhardi Sukiman*

SIANG selepas dzuhur hingga jelang petang, Selasa (2/2019) hari ini, saya mengikuti acara Fokus Grup Diskusi (FGD) Pembangunan Kepemudaan bertajuk “Implementasi Peraturan Presiden Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan”.

Acara berlangsung menarik dan cukup interaktif. Digelar di Ruang Rapat Lantai 7, Kemenko PMK Jl. Medan Merdeka Barat No. 3 Jakarta Pusat. Dari  daftar undangan, ada sebanyak 32 organisasi kepemudaan yang diundang dan sebanyak 10 komunitas kepemudaan. Selain itu juga mengundang unsur Kementerian atau Lembaga.

Adapun narasumber yakni Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Dr. Subandi, Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora Dr. Asrorun Ni’am Sholeh yang diwakili Asisten Deputi Kewirausahaan Pemuda, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Imam Gunawan dan M. Arief Rosyid selaku Direktur Eksekutif Merial Institute.

Latar belakang digelarnya diskusi ini adalah kaitan dengan Peraturan Presiden No 66 tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan pada Juli 2017 yang dinilai  merupakan terobosan penting dalam kebijakan pembangunan pemuda di Indonesia.

Dalam pengantar diskusi, dikemukakan bahwa sebagai cross-cutting issue, sektor pembangunan pemuda membutuhkan koordinasi dan sinkronisasi program yang melibatkan berbagai Kementerian/ Lembaga dan Pemerintah Daerah. Pelaksanaan poin-poin yang diamanatkan Perpres 66/2017 juga membutuhkan komitmen dan koordinasi lintas Kementerian/ Lembaga.

Di antara tiga poin strategis yang diamanatkan Perpres, yaitu pembentukan Tim Nasional Pelayanan Kepemudaan, penyusunan Rencana Aksi Nasional (RAN) Pelayanan Kepemudaan, dan penyusunan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP), baru penyusunan IPP yang dapat terlaksana pada tahun 2018 berkat kerjasama Bappenas dan Kemenpora.

IPP disusun sebagai acuan dalam koordinasi lintas sektor pembangunan kepemudaan. IPP juga memberi indikasi kemajuan yang telah dicapai berdasarkan domain/indikator pembangunan pemuda. Sehingga IPP dapat membantu Kementerian/Lembaga, bahkan Pemerintah Daerah untuk menyusun program-program kepemudaan.

Namun IPP akan kehilangan fungsinya dalam perencanaan pembangunan pemuda, tanpa adanya Rencana Aksi Nasional sebagai agenda bersama dan perlu adanya Tim Koordinasi di tingkat nasional. Kedua poin yang diamanatkan Perpres ini perlu didorong untuk segera dibentuk dan dilaksanakan.

Selain itu, dalam paradigma penyelenggaraan layanan kepemudaan saat ini, peran pemuda menjadi sangat penting. Pemuda tidak hanya ditempatkan sebagai penerima manfaat pembangunan, namun juga sebagai pengendali, dan dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.

Dari latar belakang ini dan serangkaian pemaparan yang disampaikan oleh narasumber serta keterlibatan aktif peserta dalam menanggapi diskursus membahas tema tersebut, setidaknya telah terjadi satu titik temu tentang isu-isu strategis dalam implementasi Perpres 66/2017.

Kendati, tentu saja, poin hasil diskusi yang waktunya amat terbatas itu masih berupa wacana dan belum mengarah kepada langkah riil konklusif,  namun dengan adanya gambaran yang cukup mendalam tentang beberapa hal seperti Rencana Aksi Nasional (RAN).

RAN  yang merupakan amanat Perpres 66/2017 memuat hal-hal yang cukup penting untuk terus disosialisasikan terutama kaitannya dengan pelaksanaan Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan.

Bonus Demografi Kini dan Nanti

Gagasan yang, menurut saya, menarik untuk digarisbawahi adalah keterangan Direktur Eksekutif Merial Institute  M. Arief Rosyid, tentang tantangan bangsa kita menghadapi bonus demografi yang kian gempitra dan pada puncaknya nanti 2028-2032. Menurutnya, kita musti punya cara untuk menyikapi realitas tersebut. Sebab jika terlambat atau salah salah mengelolanya, maka bonus demografi malah dapat merugikan.

Bonus demografi menurut Arief jelas akan mempengaruhi dinamika bursa kerja. Di  satu sisi, jika tak dilakukan intervensi kebijakan yang tepat dan terukur dalam menangani masalah ini, dikhawatirkan akan melahirkan gejolak yang tidak biasa seperti lonjakan angkat kerja. Di sisi yang lain, ada perlambatan proses dalam membaca dinamika ini. 

Tidak saja mencemaskan kenyataan yang ada, Arief Rosyid melakukan langkah nyata khususnya ketika ia menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) dimana pihaknya secara massif dan berkesinambungan menginisasi berbagai gelaran FGD tentang bonus demografi baik di Bappenas, LIPI, Kemenpora, Kemenkeu, BKKBN dan lain-lain.

Pada bulan Mei tahun 2013, Arief Rosyid selaku Ketum PB HMI menyampaikan tuntutan kebijakan pengarusutamaan pemuda kepada Presiden Joko Widodo. Di bulan Juli 2017 akhirnya terbitlah Perpress 66/2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Pelayanan Kepemudaan. Lantas di tahun 2018 bulan Februari, pihaknya menerbitkan policy paper tentang pembangunan kepemudaan dan komunikasi strategis dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Dalam pada itu, Arief memberikan sorotan mengenai muatan-muatan penting Perpres 66/2017 ini diantaranya soal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan soal Pokja Kepemudaan.

Sekali lagi Arief mengingatkan, tantangan pembangunan pemuda di Indonesia sangat penting menjadi perhatian saat ini, di mana ada sebanyak 64 juta pemuda atau kurang lebih satu dari empat penduduk Indonesia akan menjadi tulang punggung angkatan kerja nasional.

Karena itu, Arief yang juga sebagai narasumber pemicu dalam diskusi tersebut mengemukakan pentingnya pelibatan semua elemen organisasi kepemudaan dalam perannya bersama-sama membangun bangsa. Kemenpora, kata dia, harus menepikan adanya anggapan sebagai “penyantun” bagi kalangan tertentu saja dan tidak untuk kelompok yang lain.

“Saya kira, semua organisasi kepemudaan ini memiliki basis massa secara nasional bahkan sampai ke desa-desa. Dengan pelibatan yang maksimal, terencana dan terukur, pemerintah tentu ikut akan terbantu menyelesaikan beragam persoalan yang ada,” katanya.

Dia pun berharap koordinasi strategis lintas sektor penyelenggaraan pelayanan kepemudaan ini nantinya semakin menguatkan jatidiri keindonesiaan kita sebagai bangsa majemuk yang berangkulan dan selalu dalam semangat kebersamaan.

Banyak hal penting dan kohesif yang tersaji dalam diskusi intensif sehari ini termasuk yang telah dipaparkan oleh para narasumber luar biasa lainnya. Namun tak semua dapat kami uraikan dalam tulisan singkat ini. Mungkin di kesempatan tulisan lainnya, insya Allah.

Kami dari organisasi Pemuda (Syabab) Hidayatullah menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Kemenko PMK selaku penyelenggara dan tuan rumah kegiatan ini. Semoga FGD ini, dan FGD selanjutnya, semakin mengerucut dan membuahkan kesepakatan yang baik untuk arah baru pembangunan pemuda Indonesia. 

Diharapkan hasil dari acara ini semakin mengokohkan gerakan kepemudaan dalam membangun bangsa, khususnya bagi Syabab Hidayatullah dengan ratusan jaringannya seluruh Indonesia. Tetap istiqomah berkarya kendati kerap tertatih-tatih. Kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, untuk Indonesia semakin berkelas. Semoga.

_______
*) SUHARDI SUKIMAN, Penulis adalah Ketua Umum Pengurus Pusat Syabab Hidayatullah 

Silaturrahim Ormas Kepemudaan Islam ke PB PMI Teguhkan Persaudaraan


JAKARTA - Pimpinan pusat ormas kepemudaan Islam (OKI) melakukan pertemuan silaturrahim di kantor Pengurus Besar (PB) Pemuda Muslimin Indonesia (PB PMI) di Komplek Kantor DPP Syarikat Islam, Jln Taman Amir Hamzah No. 2, Jakarta Pusat, Rabu (25/04/2018).

Hadir dalam kesempatan itu Ketua Umum Pengurus Besar Pemuda Muslimin Indonesia Ervan Taufiq didampingi Sekjen Feri Ferdian serta pengurus lainnya seperti Awan Setiawan, Feyzal Sam Arif dan Ayi Setiadi selaku tuan rumah.

Tokoh muda lainnya hadir Ketua Umum Pemuda Persatuan Umat Islam (PUI) Rizal Arifin dan Sekjen Kana Kurniawan, Ketua Umum Forum Ketahanan Nasional (Fortanas) Abdul Rachman Sappara, Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman, Ketua Umum Barisan Muda Al Ittihadiyah Muhammad Hasbi dan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Al Washliyah Wizdan Fauran Lubis.

Silaturrahim antar OKI ini kian menarik sebab turut berkesempatan dihadiri oleh tokoh nasional yang juga Ketua Umum DPP Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoelva.

"Silaturahim ini akan menjadi agenda rutin sebagai sarana menguatkan persatuan dalam membangun agenda-agenda kepemudaan untuk kemaslahatan umat, karena para pimpinan OKI telah membangun kesepahaman bersama bahwa tidak mungkin kerja keummatan ini dipikul hanya satu kelompok saja," imbuh rilis acara tersebut yang diterima Pemuda.org, Rabu (25/04/2018).

"OKI ini harus berada dalam satu gerak bersama seperti yang dikatakan Nabi "Al-mu'minu lil mu'mini kalbunyani yasyuddu ba'dhuhum ba'dha". Ibarat seperti bangunan yang saling menguntungkan antara komponen satu dengan yang lainnya".

Dalam diskusi silaturahim tersebut, beberapa hal yang sangat serius dibicarakan diantaranya, silaturahim OKI ini harus diformalkan sehingga keberlangsungan bisa diukur sehingga mampu mengangkat agenda-agenda keummatan.

Semua OKI yang hadir menekankan program fokus organisasinya pada 4 hal yaitu kaderisasi, dakwah, ekonomi, dan sosial. Pada kesempatan tersebut silaturahim OKI banyak membicarakan sinergi dalam membangun kemandirian ekonomi.

"Sebab program ini jarang menjadi fokus program, padahal kemandirian ekonomi menjadi penting bagi pergerakan setiap organisasi kepemudaan".

Hamdan Zoelva dalam arahannya, menekankan merawat tradisi ini dan berpesan silaturahim OKI ini harus dilakukan secara terus menerus dalam rangka membangun kesepahaman serta keakraban.

Dia menegaskan, OKI juga tidak boleh mengabaikan perjuangan dalam aspek ekonomi. Menurutnya, kegiatan ekonomi para pemuda juga sangat penting dibangun sejak sekarang.

"Apalagi melihat realitas ekonomi masyarakat kita yang sudah  dimonopoli oleh segelintir pihak. Karena itu politik juga harus dibicarakan serta direkayasa oleh para pemuda sebab tidak dipungkiri politik bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan kita," pesan Hamdan.

Silaturrahim OKI ini bersepakat untuk meneguhkan persaudaraan dalam rangka berkiprah bersama untuk kemaslahatan umat, agama, nusa dan bangsa.

Sebelumnya, pertemuan OKI ini telah digelar di kantor PP Syabab Hidayatullah, Komplek Gedung DPP Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14 Otista, Jakarta, Jum'at (20/04/2018), yang dihadiri para pimpinan OKI.

Pada pertemuan perdana tersebut mengemuka wacana terbentuknya forum silaturrahim antar organisasi pemuda untuk semakin menguatkan langkah bersama sesama ormas kepemudaan Islam.

Pimpinan Ormas Pemuda Islam Gelar Pertemuan Silaturrahim


JAKARTA - Pimpinan pusat ormas pemuda Islam nasional melakukan pertemuan dan silaturrahim di kantor Pengurus Pusat (PP) Syabab Hidayatullah, Komplek Gedung DPP Hidayatullah, Jln Cipinang Cempedak I/14 Otista, Jakarta, Jum'at (20/04/2018).

Diantara tokoh muda tersebut hadir Ketua Umum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman didampingi Kadep Data dan Informasi Ainuddin Chalik, Ketua Umum Barisan Muda Al Ittihadiyah Muhammad Hasbi didampingi Sekjen Eko Wardoyo, Ketua Umum Jaringan Pemuda & Remaja Masjid Indonesia (JPRMI) Yosse Hayatullah, Pengurus Pusat Pemuda PUI Rizal Arifin dan Yanto Syarif, Pengurus Pusat Pemuda Dewan Dakwah Fajri Tanjung, dan Pengurus PB Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Feyzalsam Arief.

Dalam pertemuan silaturrahim yang dimulai selepas shalat Asar itu dilakukan dialog dan diskusi santai tentang isu-isu aktual dewasa ini serta menjajaki peluang sinergi kolaborasi antar organisasi pemuda.

Pada pertemuan tersebut juga mengemuka wacana terbentuknya forum silaturrahim antar organisasi pemuda untuk semakin menguatkan langkah bersama sesama ormas Islam kepemudaan.

Pimpinan ormas pemuda ini serempak menyambut baik gagasan tersebut dan berharap semakin mengintensifkan jalinan silaturrahim semacam ini.



Hadirin juga sepakat pentingnya kebersamaan dan kekompakan dalam merajut kerja-kerja keummatan yang menuntut adanya sinergi antar sesama umat Islam dan elemen bangsa.

Selain itu, dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut sempat disiinggung eskalasi politik dalam negeri belakangan ini.

Dalam pada itu, ormas pemuda Islam memandang pentingnya merawat persatuan dan soliditas dalam menghadapi tahun politik 2019 mendatang.

Benang merah dari pembahasan isu tersebut, ormas pemuda Islam memiliki peranan penting dalam melakukan pencerahan dan pendidikan politik kaum muda.

Sepenarian dengan itu, kesadaran  atau melek politik yang terus membiak di kalangan umat harus selalu dijaga dan dikembangkan.

Pimpinan ormas pemuda Islam ini menyepakati untuk terus menjalin komunikasi dan silaturrahim guna mengeratkan ukhuwah antar sesama OKP nasional.

Ormas pemuda juga saling membuka diri untuk melakukan kolaborasi dan kemitraan strategis. Silaturrahim  tersebut ditutup dengan ramah tamah santap malam bersama.*

Social Impact

  • Menjadi tenaga pengajar Al Qur'an di rumah-rumah dan masjid sesuai permintaan masyarakat
  • Melatih dan memberdayakan tenaga spesialis ke rumah atau kantor seperti perbaikan AC, mesin cuci, reparasi dan lain-lain
  • Sarjana alumni komunitas Pemuda.org mengabdi di daerah terpencil pedalaman sebagai guru dan peggerak ekonomi
  • Kemandirian pemuda dalam bursa kerja seperti membuka layanan travel dalam kota
  • Pelayanan jasa desain visual grafis melalui spesialis lulusan Madrasah Talenta Multimedia

Empowerment Movement

Definisi pemuda dapat diinterpretasikan sebagai individu dengan karakter yang dinamis, penuh vitalitas, bergejolak dan optimis akan tetapi belum memiliki pengendalian emosi yang stabil karena masa transisional psikologisnya. Peran pemuda selalu sentral dalam perubahan, mengingat dalam jiwa pemuda selalu ada hasrat yang dinamis. Namun, sebagian besar kaum muda di negeri ini masih sangat terbatas aksesnya dalam pengembangan diri, baik secara ruhiyah, intelektual dan skill manajerial, sehingga dibutuhkan sentuhan langsung semua pihak dalam wujud sinergi untuk memposisikan pemuda Indonesia sebagai kelompok yang memiliki daya saing dalam mengarungi arus globalisasi yang kian sengit.

Jika Anda peduli dengan pembangunan berkelanjutan di negeri ini, termasuk kebaikan masa depan rakyat Indonesia, bersama Pemuda.org mari kita mulai langkah bersama menguatkan dan memantapkan langkah-langkah pemuda dalam mewujudkan perubahan untuk kebaikan bangsa dan negara.

What We Do

Keswadayaan bersama yang merupakan innate energy kita telah dorong pemuda terus melakukan langkah langkah kecil namun akan terus biak dan berkelanjutan

Videos Channel

Berita, Kisah, Aktivitas, Obrolan dan lain-lain

Testimoni

Terus bergerak melahirkan profesional yang berkiprah di berbagai bidang. Ikuti testimoni mereka

Bukhari A. Wahid
Asdar Majhari
Musliadi RM
Naspi Arsyad
Syaefullah Hamid

Donasi Anda

Pemuda.org mengajak Anda beramal jariyah dengan mendukung kiprah pemuda dalam pengembangan kapasitas sumber daya manusia untuk agama dan bangsa.

Our Gallery

gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE
gallery
CLOSE

Berlangganan Artikel Pemuda.org

Input email Anda untuk mendapatkan informasi terbaru

Bersama Pemuda.org mari kita mulai gerakan pemberdayaan bersama dengan menguatkan dan memantapkan langkah-langkah pemuda dalam mewujudkan perubahan untuk kebaikan bangsa dan negara.