Ikuti SW Basic Training, Puluhan Pemuda Takjub Keistimewaan Figur Nabi Muhammad

shape image

Ikuti SW Basic Training, Puluhan Pemuda Takjub Keistimewaan Figur Nabi Muhammad

Puluhan peserta Sistematika Wahyu Basic Training atau disingkat SWBT yang digelar Jum'at hingga Ahad pekan lalu, mengaku takjub atas figur Nabi Muhammad Shallallaahu 'Alaihi Wasallam yang selama ini memang belum banyak dikenal oleh kaum muda.

Umumnya mereka hanya mengenal sosok Muhammad sebagai Nabi dan Rasul yang menerima mukjizat kitab suci Al Qur'an untuk segenap umat manusia. Setelah mengikuti SNW Basic Training, mereka kemudian mengaku mengetahui ternyata Muhammad Rasulullah juga adalah seorang penggembala kambing, pengusaha, komandan militer dan sekaligus pendakwah Islam.

Salah seorang peserta, Ghani Alfianto, mengatakan dirinya memang termasuk orang yang jarang membaca sejarah. Termasuk sejarah dakwah dan perkembangan Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad dan sahabatnya.

"Makanya saya senang sekali bisa ikut kegiatan ini. Selain mendapatkan banyak sahabat baru, saya juga semakin mengetahui sosok Nabi kita Muhammad," katanya.

Senada dengan itu, peserta perempuan yang bernama lengkap Gustara Dewi yang juag seorang mahasiswi asal Bogor, mengaku takjub dengan perjalanan hidup Nabi Muhammad yang masa mudanya dihabiskan untuk bekerja sebagai penggembala dan berdagang. Muhammad muda juga jauh perilaku negatif seperti membuang-buang waktu untuk hal yang tidak positif.

"Sebagai remaja muslim, perjalanan hidup dan sosok Rasulullah Muhammad seharunya menjadi teladan serta idola. Apalagi kan sekarang tantangannya makin berat, semoga kami para remaja bisa terus mencontoh dan mempelajari sejarah beliau," kata Dewi.

Pendapat Dewi juga diamani oleh peserta lainnya. Fitriyani yang berasal dari sebuah SMA di Depok mengaku senang bisa mengikuti acara sampai selesai sambil memanfaatkan libur akhir pekan. Menurut Fitri -nama sapaannya-  Nabi Muhammad harus menjadi idola para pelajar muslim. Bahkan beliau adalah teladan terbaik bagi seluruh manusia, imbuhnya.

"Alhamdulillah, seneng sekali. Kegiatannya menarik karena selain materi dipaparkan dengan interaktif dengan perangkat multimedia, kita juga bisa saling sharing. Pokoknya keren, deh," kata Fitri semringah.

Sementara Ramdhan Bukhori, peserta dari Parung Kota Bogor, bangga mengetahui Nabi Muhammad adalah seorang pengembala kambing saat masih belia. Hal itu, kata dia, mendorong dirinya untuk mandiri dan memotivasi untuk selalu percaya diri.

"Sebagai murid, kita dimotivasi untuk selalu percaya diri, bermandiri, dan selalu rapi karena Nabi Muhammad itu selalu bersih. Juga tidak gengsi untuk bekerja apa saja yang penting halal dan baik," kata Ramdhan seraya tersenyum simpul.

Dia pun berterimakasih kepada panitia acara yang telah menggelar kegiatan ini tanpa dipungut biaya dengan layanan penginapan, konsumsi, dan hiburan dari grup nasyid ternama di Jakarta, Sincere Five, di setiap rehat acara yang membuat peserta semakin bersemangat.

Digelar Intensif

Ketua Panitia SWBT Jabodebek, Hanifuddin Chaniago, menjelaskan training ini akan terus digelar intensif baik di Jabodetabek yang bekerjasama dengan Syabab Hidayatullah dan oleh pengurus wilayah dan daerah.

Kegiatan ini, kata Hanifuddin, penting untuk terus digulirkan. Sebab, menurutnya, perjalanan hidup Muhammad Rasululullah memang sarat dengan lakon kepahlawanan, kerja keras, kedalaman spiritual, serta dedikasi dan loyalitas terhadap gerakan pencerahan umat.

Hanifuddin menilai, saat ini relatif masih sedikit upaya presentasi transformatif terhadap sejarah perikehidupan Nabi Muhammad khususnya yang secara persuasif dapat menarik minat kalangan muda untuk menelaah dan meneladani sosok mulia tersebut.

Karenanya, lanjut dia, SWBT merupakan presentasi aktual yang diharapkan kemudian menarik minat anak muda untuk lebih mengenal nabi dan mengajak mereka menelaah figur-figur heroik sahabat Nabi yang banyak diantara mereka adalah pemuda multi talenta.

"Inilah salah satu cakupan bahasan yang kita ketengahkan dalam kegiatan SNW Basic Training ini," jelas Hanifuddin.

Lebih jauh Hanifuddin menjelaskan bahwa tujuan gelaran SWBT adalah dalam rangka memberikan pemahaman tentang agama Islam dari hal yang paling dasar, mengajak para peserta untuk mengamalkan agama secara utuh hingga lahirlah pemuda yang berkarakter intelektual ideologis, dan terwujudnya pemahaman dasar tentang pemimpin.

Acara ini diikuti oleh sedikitnya 40 peserta dari sejumlah sekolah dan perguruan tinggi di Jabodetabek. Acara yang berlangsung selama 3 hari ini dilaksanakan di Aula Masjid Baitul Karim, Jl. Cipinang Cempedak 1 No. 14 Polania, Jakarta Timur.
© Copyright 2019 Pemuda.org

Form Kesediaan Menjadi Donatur

Pastikan di perangkat Anda telah terinstall Aplikasi WhatsApp

Kirim