Syabab Hidayatullah Paser Lawan Mafia BBM, Bela Hak Masyarakat

shape image

Syabab Hidayatullah Paser Lawan Mafia BBM, Bela Hak Masyarakat


Antrean pengetap di SPBU yang sempat berhasil ditertibkan tim gabungan dari Satpol PP, bagian ekonomi dan kepolisian beberapa waktu lalu, kembali terlihat. Sistem pendataan kendaraan yang ampuh meminimalisasi pengisian berulang,  ternyata tak membuat pengetap kehabisan akal.

Seiring berjalannya waktu, beberapa pengetap ternyata masih bisa membobol sistem tersebut dengan mengganti pelat nomor kendaraan, hingga memakai sistem lobi-lobi petugas SPBU agar bisa mengisi lebih dari sekali.

Dari pantauan Kaltim Post, setiap sore SPBU di Jl Jenderal Sudirman terlihat antrean panjang pengetap. Ratusan kendaraan roda dua dan empat terlihat berjejer menunggu giliran mendapat jatah BBM. Antrean panjang terlihat mulai pukul 02.00 Wita sebelum truk tangki BBM datang.

Kondisi serupa juga terlihat di SPBU Kuaro. Di SPBU yang berada di poros utama Kaltim-Kalsel terlihat dikuasai oleh pengetap. Tentu saja, pengguna jalan umum yang seharusnya mendapat prioritas pengisian tak mendapatkan haknya, karena jika menunggu giliran maka yang ada akan memakan waktu yang cukup lama.

Keluhan akibat antrean panjang pengetap di SPBU disampaikan Agus Salim, (30) warga Tanah Grogot. Dikatakan Agus, maraknya aksi pengetapan BBM bersubsidi di Kabupaten Paser, berdampak pada masyarakat tidak lagi menikmati BBM dengan harga standar pemerintah, melainkan terpaksa harus mengikuti standar harga pengetap.

Serius mengikuti rapat FOSIDA PPU
“Jelas sangat keberatan. Harga eceran dari pengetap Rp 8 ribu. Tentu saja hal ini sangat- sangat memperihatinkan dan memberatkan,” beber Agus.

Antrean panjang di SPBU yang sudah meresahkan ini mendapat perhatian dari organisasi pemuda yang tergabung dalam Forum Solidaritas Pemuda (FOSIDA) Kabupaten Paser.  Forum yang diprakarsai Laskar Pertahanan Adat Paser, Syabab Hidayatullah, dan gabungan organisasi mahasiswa itu Rabu (13/11) kemarin mendatangi Mapolres Paser mendesak agar dilakukan langkah tegas penertiban.

“Kami minta aparat menindak para pengetap yang tidak memperhatikan kepentingan masyarakat umum,” beber Iswahyudi, ketua Laskar Pertahanan Adat Paser.
Rombongan FOSIDA diterima Wakapolres Paser Kompol Rahmat Irwannusi SIK didampingi Kabag Ops Kompol Sukarman. Mewakili Kapolres yang sedang tugas luar kota, Wakapolres berjanji akan terus melakukan peningkatan penertiban pendistribusian BBM bersubsidi di Kabupaten Paser.

“Meskipun dalam kondisi keterbatasan dan kekurangan personel, kami akan terus mengupayakan langkah untuk menekan banyaknya pengetap BBM dengan melibatkan kerja sama lintas instansi,” janji Wakapolres. (Kaltim Post)
© Copyright 2019 Pemuda.org

Form Kesediaan Menjadi Donatur

Pastikan di perangkat Anda telah terinstall Aplikasi WhatsApp

Kirim