Bersama Dai Muda Membangun Negeri

Semangat kemitraan dan sinergitas, Pemuda.org berkomitmen menjadi situs charitas dukung pemuda.

Tali Asih Untuk Kukuhkan Kebersamaan

Pemuda.org meyakini bahwa keswadayaan nasional akan mengokohkan kekerabatan kita sebagai manusia.

Bangkitkan Progresifitas Membangun Bangsa

Pemuda adalah pelanjut estafeta kepemimpinan nasional. Merekalah masa depan bangsa tercinta.

Pemberdayaan

Pendampingan dan pembinaan untuk mendukung lahirnya pemuda bangsa yang berdaya guna

Jejaring

Cinta dan kiprah amal bakti membina pemuda hingga pelosok negeri nusantara Indonesia

Kebajikan

Donasi infaq sedekah amal jariyah Anda dukung semai generasi bangsa unggul & berprestasi.

Activities

Latest Updates

Selasa, 06 Juni 2017

Syabab Hidayatullah Kabupaten Malinau Gelar Pesantren Ramadhan



MALINAU - Momentum Bulan Suci Ramadhan dimanfaatkan oleh Pengurus Daerah Syabab Hidayatullah Malinau untuk kegiatan bina remaja melalui beragam programnya.

Bekerja sama dengan Departemen Pendidikan Integral Hidayatullah Kabupaten Malinau, kali ini Syabab Hidayatullah Malinau menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan dengan tema "Dengan Al-Qur'an Kuajak Ayah dan Bunda ke Surga".

Kegiatan tersebut diikuti oleh sedikitnya seratus anak anak muslim tingkat SD di Kabupaten Malinau dan dirangkai dengan buka bersama keluarga besar Pendidikan Integral Hidayatullah.

Ketua PD Syabab Hidayatullah Malinau Asdar Sanusi, mengatakan tahun ini pihaknya memulai untuk bekerjasama dengan Bidang Pendidikan Hidayatullah Malinau menggelar kegiatan tersebut secara rutin.

"Walaupun memang belum maksimal, insya Allah tahun berikutnya kami akan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah lainnya yang memiliki murid muslim di sekolah tersebut untuk menyelenggarakan kegiatan Pesantren Ramadhan gabungan," ungkap Asdar Sanusi.

Asdar menambahkan walaupun Islam di daerah ini adalah minoritas dan lokasi Malinau yang berada di daerah perbatasan serta terisolasi dengan jarak keluar kota yang cukup jauh namun pihaknya percaya bahwa program yang diusung oleh PP maupun PW syabab Hidayatullah yang berada di kota-kota besar secara perlahan dapat dijalankan di daerah ini.

"Tentu dengan menjalin kerjasama bersama lembaga serta OKP lainnya di daerah ini," harap Asdar.

Asdar menuturkan, kalau tahun ini pihaknya baru bisa mengajak anak-anak didik tingkat SD, dia berekspektasi tahun depan pihaknya akan menjaring lebih banyak anak-anak muslim tingkat SMP-SMA untuk mendapatkan pembinaan.

"Sebab masih banyak anak-anak muallaf di daerah ini yang masih kurang terbina rohani keagamaannya," ujarnya.

Asdar mengatakan pihaknya sangat optimis untuk terus melakukan pembinaan mulai dari tingkat dasar kedepan sampai ke tingkat perguruan tingginya.

Acara yg diselenggarakan selama sepekan tersebut diisi oleh narasumber dari unsur Syabab Hidayatullah dan lain-lain serta didukung langsung oleh Laznas BMH sebagai bagian program pembinaan ummat. (mjm/hio)



Rabu, 31 Mei 2017

Gelaran Pesantren Ramadhan Diikuti 200 Pelajar se-Purwakarta

PURWAKARTA - Bulan Ramadhan adalah merupakan momentum spesial menanamkan nilai-nilai kebaikan dan keluhuran budi pekerti terutama kepada remaja muda mudi generasi masa depan bangsa.

Semangat itulah yang melatarbelakangi Pengurus Daerah (PD) Syabab Hidayatullah Kabupaten Purwakarta menggelar kegiatan bertajuk "Pesantren Ramadhan" yang berlangsung di Komplek Pondok Pesantren Hiidayatullah Cigelam, Babakancikao, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Kendati persiapan yang dilakukan tak tak berselang lama dengan agenda, acara ini memantik antusiasme yang sangat tinggi. Terbukti, peserta yang mendaftar dan hadir sedikitnya 200 orang pelajar siswa-siswi tingkat SD, SMA, dan SMA se-Purwakarta.

Pesantren Ramadhan gelaran Syabab Hidayatullah Purwkarta yang diagendakan berlangsung selama 10 hari ini mengangkat tema "Hidup Mulia Bersama Al-Quran".

Ketua PD Syabab Hidayatullah Purwakarta, Rudi Syafaat, yang juga Ketua Panitia acara ini mengatakan tema tersebut selaras dengan keberkahan bulan Ramadhan sebagai Bulan Al-Qur'an karena di bulan inilah Al-Qur'an diturunkan (nuzulul Quran). 

Selain materi dasar keislaman, kegiatan Pesantren Ramadhan untuk pelajar ini juga memberikan materi edukatif lainnya, selain juga diselingi dengan games. 

"Diantaranya belajar tahsin, hafalan, dan tadarus bersama. Lalu ada shalat dhuha berjamaah dan pastinya ada game seru untuk mengasah kemampuan dan menggali bakat kinestetis peserta," kata Rudi Syafaat kepada Pemuda.org. 

Selain materi kegiatan disampaikan oleh pengurus Syabab Hidayatullah, pihaknya juga menghadirkan narasumber yang mumpuni.

"Insya Allah, pada penutupan acara ada buka bersama serta santunan anak yatim dan dhuafa," kata Rudi Syafaat.

Acara pembukaan Pesantren Ramadhan Syabab Hidyatullah Purwakarta yang digelar pada Rabu (31/05/2017) ini dihadiri oleh sejumlah aparat pemerintahan dan tokoh masyarakat setempat. Ketum PP Syabab Hidayatullah Suhardi Sukiman, S.Th.I, juga dijadwalkan akan hadir mengisi dalam acara ini.

Syabab Hidayatullah membuka pintu selebar-lebarnya kepada para muhsinin yang ingin berderma donasi infak sedekah jariyah guna mendukung terus kiprah Syabab Hidayatullah dalam membina dan membersamai pemuda dalam rangka menyemai generasi bangsa yang shaleh dan bermoralitas agung. (ybh/hio)





Jumat, 26 Mei 2017

Menyambut Ramadhan Dengan Semangat Persatuan dan Penyucian

RAMADHAN tiba. Alhamdulillah diri ini masih diperkenankan untuk kembali bertemu dengan bulan yang mulia ini. Untuk kembali berlomba-lomba mereguk manfaat yang tak terbatas darinya.

Kembali menafakkuri jati diri ini sebagai seorang muslim. Kembali mencoba menyuburkan nilai-nilai Islam yang sudah mulai redup oleh kerasnya hantaman dunia modern.

Bagi saya, bulan Ramadhan kali ini berbeda dengan bulan Ramadhan pada tahun-tahun sebelumnya. Hal itu karena saya melihat pada bulan Ramadhan kali ini wacana mengenai semangat persatuan umat Islam dan penyucian jiwa seorang muslim menemukan momentumnya yang sempurna.

Kurang lebih satu semester belakangan umat Islam di Indonesia diuji dengan berbagai macam persoalan yang tidak ringan. Mulai dari kasus penistaan agama yang menyulut amarah umat, aksi bela Islam yang sempat memecah umat Islam ke dalam dua kubu ekstrim yang saling bertentangan, kontestasi Pilkada DKI yang juga memberikan efek yang serupa, hingga kejadian yang baru saja terjadi kemarin; ledakan bom di Kampung Melayu.

Peristiwa-peristiwa ini begitu menyedot perhatian umat Islam. Pada setiap kesempatan setiap muslim seakan selalu dipertanyakan kembali komitmen keislamannya. Pada setiap kesempatan pula setiap muslim seakan selalu dipertanyakan sejauh mana komitmen kebangsaannya sebagai warga negara.

Terlebih lagi yang juga diuji adalah nilai persaudaraan kita sebagai sesama muslim. Perbedaan pandangan yang meruncing tidak jarang mengarah kepada tegangan permusuhan.

Maka bulan Ramadhan kali ini bisa menjadi momentum persatuan yang sangat simbolis. Momentum di mana kita mesti menghidupkan kembali semangat persatuan. Semangat Ukhuwah Islamiah. Semangat persatuan dan persaudaraan antar sesama muslim.

Hal tersebut didukung dengan kenyataan yang membahagiakan bahwa pada tahun ini umat Islam seluruh Indonesia memulai bulan Puasa pada hari yang sama.

Setelah saban tahun perbedaan metode penetapan awal bukan antara Pemerintah, yang diwakili secara struktural oleh Kementerian Agama, dan secara kultural oleh kaum Nahdliyyin, dengan Muhammadiyah mengakibatkan perbedaan hari dimulainya Ramadhan.

Selain itu, momentum Ramadhan kali ini bisa diresapi lebih dalam bagi umat Islam sebagai ajang untuk kembali menyucikan jiwa dari kotoran-kotoran kebencian yang entah disadari atau tidak disadari telah mencemari interaksi antar sesama muslim beberapa bulan belakangan. Semangat persatuan yang bergema selayaknya menjadi jalan utama bagi penyucian itu. Untuk kemudian saling memaafkan dan saling melapangkan dada.

Sudah waktunya kita melupakan perselisihan-perselisihan yang telah berlalu. Gubernur DKI Jakarta yang kini telah terpilih adalah seorang muslim, dan penista agama pun telah dijatuhi hukuman dua tahun penjara. Dua wujud nyata kemenangan umat Islam di Indonesia. Maka tiba saatnya kita kembali kepada identitas keislaman kita yang hakiki. Bahwa di atas segalanya kita sebagai sesama muslim adalah saudara.

Terkhusus bagi peristiwa peledakan bom yang terjadi di Kampung Melayu kemarin, umat Islam Indonesia telah membuktikan bahwa cara-cara teror yang dilancarkan oleh para teroris itu tidak akan memengaruhi semangat umat Islam dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Hashtag #KamiTidakTakut membahana di seantero media sosial. Hal ini menjadi pertanda kuat bahwa umat Islam Indonesia telah selangkah lebih maju. Juga menjadi pertanda bahwa ujian-ujian persaudaraan yang terjadi pada bulan-bulan kemarin telah membuat umat Islam di Indonesia secara kolektif semakin dewasa dalam menyikapi perbedaan yang terjadi di tubuh mereka sendiri.

Sehingga, mereka tidak begitu terpengaruh dengan provokasi yang berdatangan dari pihak yang ingin mengobarkan konflik berdarah di tengah umat Islam di Indonesia sebagaimana yang sudah terjadi di negara-negara Muslim yang lain di sekitaran Timur Tengah sana.

Kita patut bersyukur kita memasuki bulan suci ini, setelah bulan-bulan yang penuh ujian itu tanpa satupun konflik horizontal yang berdarah.

Di tengah-tengah tekanan yang menghantuinya, umat Islam di Indonesia bangkit membuktikan kepada khalayak Dunia Islam bahwa pada diri merekalah harapan Kebangkitan Peradaban Islam di masa depan berada.

__________
*) AHMAD D. RAJIV,
penulis adalaha fungsionaris Bakornas LDMI PB HMI dan Ketua Departemen Organisasi PW Syabab Hidayatullah Jabodebek
 
View More Posts

Photo Gallery

Articles

Copyright © 2017 Pemuda.org